Rahasia Agung di Tangan Seorang Wanita

“Pada tengah malam yang sunyi dan hening, burung-burung
malampun diam membisu, binatang-binatang buas sudah berdiam
diri, gemercik air dan siulan angin juga sudah tak terdengar
lagi, ketika itu Muhammad terbangun oleh suara yang
memanggilnya: “Hai orang yang sedang tidur,Rahasia Agung di Tangan Seorang Wanita
Shaykh Muhammad Hisham Kabbani‘
The Naqshbandi Sufi Way’,Kazi Publications, IncMichigan, USA

Nabi
saw, yang kata-katanya bisa menundukkan seluruh dunia sering
berkata,‘Bicaralah padaku, oh Aisha!’ Nabi saw mengatakan, wanita
mendominasi pria dalam hal kecerdasan dan penguasaan hati,Namun pria
yang bebal bisa mendominasi wanita dibawah pengaruh liar nafsu
hewaninya. Mereka tidak punya kebaikan, kelembutan ataupun cinta.Cinta
dan keramahan adalah sifat-sifat manusia, marah dan sensualitas adalah
milik hewan. Wanita bukanlah ‘ kekasih’mu ! dia adalah pancaran sinar
Ilahi. (Jalaluddin Rumi)

Teladan wanita mana yang lebih baik
daripada putrid Nabi saw yaitu Fatima al-Zahra ? Ketika dia melihat
ayahnya sering mengatakan,” Oh, umatku..,” dia ingin menyumbangkan
sesuatu bagi umat ini. Ketika Tuhan memerintahkan Nabi saw untuk
mencarikan suami bagi anaknya, Nabi saw memanggil seluruh sahabatnya
tanpa diskriminasi dan mengatakan, ”Tuhan perintahkan aku untuk
menyampaikan bahwa siapapun yang mampu menyelesaikan bacaan Al-Qur’an
malam ini boleh menikahi putriku, Fatima, jika dia menerimanya.”Malam
itu, semua sahabat berusaha menyelesaikan seluruh bacaan Qur’an,
kecuali Ali bin Abi Talib yang pulang kerumah untuk tidur.

Ketika
Bilal mengumandangkan adzan subuh, semua orang berkumpul di
masjidtermasuk Nabi saw. Ketika Nabi menanyakan siapa yang sudah
menyelesaikannya, tidak seorangpun menjawabnya, karena amat susah
menamatkan 30 juz dalam waktu 7-8 jam saja. Namun Ali bin Abi Talib
berkata,” YaRasulullah saw, aku telah menamatkan seluruh Al-Quran
semalam.” Sahabat-sahabat yang lain melihat ke arah Ali ra dan
berkata,” Bagaimana kamu menyelesaikannya ? kamu kan tidur semalaman.”
Dijawab Ali,” Tidak, aku memang menyelesaikannya.” Kata Nabi saw,”
Siapa saksimu, Ali?“ . Jawab Ali, “ Allah adalah saksiku dan engkau, ya
Nabi saw adalah juga saksiku. Aku membaca “Laa ilaha ill Allah,
Muhammad Rasulullah 3x –Astaghfirullah 70x – Surat Al Fatiha 1x – Surat
Al Ikhlas 3x – Surat Al Falaq 1x – Surat An Naas 1x -Laa ilaha ill
Allah 10 x – Shalawat Nabi, Allahumma solli alaa MUhammadin wa alaa ali
muhamaddin wa salim 10 x.”

Nabipun berkata, “Sebagaimana Allah memberi kesaksian, aku juga memberi kesaksian bahwa Ali telah menyelesaikan seluruh bacaan Qur’an. Jika kalian membaca seperti apa
yang dibaca Ali berarti sama dengan Khatam Al Quran.” Lalu Nabi
bertanya pada putrinya, ” Ya Fatima, apakah engkau menerima Ali sebagai
suamimu? “ Fatima menjawab,”Dengan satu syarat.” Semua sahabat mulai
memandang pada Ali, Fatima dankemudian kepada Nabi. Ketika Nabi saw
berpikir mengapa Fatima mengajukan syarat itu, malaikat Jibril turun
dan berkata pada beliau, ” Ya Nabi, jangan tergesa-gesa mengambil
keputusan, Allah Yang mengatakan padamu untuk menanyakan syarat apa
yang ingin dia ajukan.” “Apa syaratmu, Fatima ? “ tanya Nabi.

Fatima pun menjawab, “ Syarat itu bukan karena Ali, tapi dari diriku sendiri.
Jika dipenuhi aku menerimanya, jika tidak aku menolak untuk menikah
dengan Ali.” Sekali lagi Jibril mengingatkan Nabi akan pesan Tuhanuntuk
menanyakan apa syarat yang diinginkannya. Kata Jibril, “ Sekarang
dengarkan apa yang Allah letakkan pada hati Fatima, sebagai manfaat dan
derajat para wanita dalam spiritualitas. “ Sekali lagi Nabi bertanya “
Apa syaratmu, Fatima ?” Jawab Fatima,” Aku selalu mendengarmu berdoa
bagi umatmu siang dan malam. Engkau mengatakan Ya Allah, izinkan aku
memimpin umatku untuk-Mu! Ampuni mereka ! Sucikan mereka! Angkatlah
semua dosa-dosa, kesulitan dan beban-beban mereka!”.

“Aku mendengarmu ya Rasulullah, dan melihat bagaimana engkau menderita demi
umatmu. Dari apa yang engkau tuturkan, aku tahu bahwa ketika wafat,
dalam kubur, dan kiamat nanti engkau akan selalu menyebut,
Umatku..Umatku ! “ pada Allah. sebagaimana cintamu pada umatmu seperti
itu juga yang ada dalam hatiku. Aku ingin seluruh umatmu sebagai mas
kawinku. Jika engkau menerimanya, aku bersedia menikah dengan Ali. Yang
diminta oleh Fatima ra adalah seluruh umat Nabi, semua tanpa
terkecuali. Apa yang kemudian dikatakan Nabi saw? Karena mas kawin
seperti yang diminta Fatima bukanlah terletak ditangan beliau.

Nabi kemudian menunggu kedatangan Malaikat Jibril yang lama tidak juga
menampakkan dirinya. Ketika akhirnya Jibril as datang, dia mengatakan :
” Allah menyampaikan salam kepadamu dan menerima permintaan Fatima.
Allah swt menganugerahan apa yang dimintanya sebagai mas kawin untuk
menikah dengan Ali.” Segera Nabi berdiri dan sholat 2 rakaat sebagai
rasa syukur pada Allah swt. Fatima mementingkan pengorbanannya bagi
umat Nabi saw. Tidak seorang umatpun yang akan berada diluar mas kawin
Fatima, karena jika Allah menarik satu umatdari mas kawin itu, maka
pernikahannya dengan Ali dianggap tidak syah. Fatima akan membawa
seluruh umat Nabi dibawah sayapnya untuk dibawa menuju surga. Ini hanya
dari keagungan seorang muslimah saja sehingga mampu membawa semua umat
manusia menuju surga. Bagaimana dengan muslimah-muslimah setara lain
dalam Islam?

Seperti apakah kekuatan mereka ? bagaimana dengan para wali dan bagaimana pula pengaruh keagunganseorang Nabi ? Allah menciptakan umat manusia dengan kemurnian. Dia Yang menjaga kemurnian itu sebagaimana keagungan yang ada pada Fatima rha, Ali ra, Umar ra,Abu Bakr ra, Nabi dan grand shaykh kita, Mawlana Shaykh Nazim serta
guru-guru tariqah Naqshbandi dan tariqah-tariqah lain. Semoga Allah
memberikan Petunjuk-Nya pada kita dan pada semua pencari jalan Cinta
Ilahi sampai menuju Hadirat-NYA.

Categories: Religi

Post navigation

Comments are closed.

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: